Kali
ini akan mengupas sedikit tentang apa itu bus Hybrid. Kalo dulu kala
jaman masih tenarnya TVRI sering ada acara klompencapir, bagi para
angkatan sepuh, pasti ingat tuh yang namanya kelapa hibrida, dimana
kelapa hibrida adalah hasil kawin silang sehingga menghasilkan jenis
baru dengan berbagai kelebihan.
Demikian juga dengan bus Hybrid ini atau kalo orang bule bilang Hybrid Electric Vehicle [ HEV ], adalah hasil "perkawinan" atau bisa disebut juga kolaborasi dua jenis pemasok tenaga penggerak, yaitu mesin diesel dan motor hybrid/elektrik. Selain itu di dalam bus hybrid ini juga di gunakan yang namanya Intelligent Power Management untuk mengatur kinerja sistem hybrid untuk menghasilkan efisiensi yang terbaik dan hasilnya adalah emisi gas buang dan penggunaan bahan bakar yang lebih rendah.
Bagian atas adalah ilustrasi bus dengan mesin biasa/normal/diesel misal menghasilkan tenaga 260 HP dengan kapasitas mesin 9000 cc.
Sedangkan yang bagian bawah adalah bus hybrid dengan kombinasi mesin diesel dengan kapasitas lebih kecil dan motor elektrik dan total tenaga yang di hasilkan sama yaitu 260 HP.
Dari ilustrasi diatas ada beberapa penjelasan,
Pada waktu si driver bus mulai melakukan rutinitas awal, dari start dan merayap awal, maka hanya motor elektrik yang bekerja, mesin diesel total istirahat. Nah ini juga ada syaratnya yaitu kondisi batere hybrid berada pada kisaran kapasitas optimalnya yaitu 20 - 80 %, di luar kapasitas itu, motor elektrik tidak akan bekerja. Hal ini bisa terpantau dari panel monitor.
Pada kecepatan normal, gak balapan, atau di jalan datar misalnya, nah mesin diesel dan motor elektrik akan bahu membahu mensuplai tenaga untuk menggerakkan bus sesuai dengan beban yang ada. Disini akan di dapat pemakaian bahan bakar yang efisien.
Nah gimana pada kondisi ketika driver pengin berakselerasi, mau menyalip kendaraan lain di depannya atau jalan menanjak? Kembali Intelligent Power Management akan memerintahkan sistem yaitu mesin diesel dan motor elektrik untuk memberikan tenaga memenuhi permintaan jurumudi via injakan pedal akselerator/pedal gas.
Keunggulan bus hybrid terjadi ketika laju berkurang, dimana pada bus biasa akan kehilangan energi, maka pada bus hybrid ini terjadi proses "regenerative braking" dimana energi tidak akan hilang alias dimanfaatkan untuk mengisi ulang batere sistem hybrid. Canggih ya?
Selanjutnya adalah ketika bus pada kondisi berhenti, maka sistem akan mendeteksi dan memerintahkan mesin diesel untuk istirahat alias mati. Nah bahan bakar bisa dihemat.
Untuk lebih detil lagi tentang susunan sistem hybrid dalam bus, monggo di simak lagi ilustrasinya berikut :
Demikian juga dengan bus Hybrid ini atau kalo orang bule bilang Hybrid Electric Vehicle [ HEV ], adalah hasil "perkawinan" atau bisa disebut juga kolaborasi dua jenis pemasok tenaga penggerak, yaitu mesin diesel dan motor hybrid/elektrik. Selain itu di dalam bus hybrid ini juga di gunakan yang namanya Intelligent Power Management untuk mengatur kinerja sistem hybrid untuk menghasilkan efisiensi yang terbaik dan hasilnya adalah emisi gas buang dan penggunaan bahan bakar yang lebih rendah.
Bagian atas adalah ilustrasi bus dengan mesin biasa/normal/diesel misal menghasilkan tenaga 260 HP dengan kapasitas mesin 9000 cc.
Sedangkan yang bagian bawah adalah bus hybrid dengan kombinasi mesin diesel dengan kapasitas lebih kecil dan motor elektrik dan total tenaga yang di hasilkan sama yaitu 260 HP.
Dari ilustrasi diatas ada beberapa penjelasan,
Pada waktu si driver bus mulai melakukan rutinitas awal, dari start dan merayap awal, maka hanya motor elektrik yang bekerja, mesin diesel total istirahat. Nah ini juga ada syaratnya yaitu kondisi batere hybrid berada pada kisaran kapasitas optimalnya yaitu 20 - 80 %, di luar kapasitas itu, motor elektrik tidak akan bekerja. Hal ini bisa terpantau dari panel monitor.
Pada kecepatan normal, gak balapan, atau di jalan datar misalnya, nah mesin diesel dan motor elektrik akan bahu membahu mensuplai tenaga untuk menggerakkan bus sesuai dengan beban yang ada. Disini akan di dapat pemakaian bahan bakar yang efisien.
Nah gimana pada kondisi ketika driver pengin berakselerasi, mau menyalip kendaraan lain di depannya atau jalan menanjak? Kembali Intelligent Power Management akan memerintahkan sistem yaitu mesin diesel dan motor elektrik untuk memberikan tenaga memenuhi permintaan jurumudi via injakan pedal akselerator/pedal gas.
Keunggulan bus hybrid terjadi ketika laju berkurang, dimana pada bus biasa akan kehilangan energi, maka pada bus hybrid ini terjadi proses "regenerative braking" dimana energi tidak akan hilang alias dimanfaatkan untuk mengisi ulang batere sistem hybrid. Canggih ya?
Selanjutnya adalah ketika bus pada kondisi berhenti, maka sistem akan mendeteksi dan memerintahkan mesin diesel untuk istirahat alias mati. Nah bahan bakar bisa dihemat.
Untuk lebih detil lagi tentang susunan sistem hybrid dalam bus, monggo di simak lagi ilustrasinya berikut :
Setelah tahu apa itu bus hybrid dan bagaimana sistem bekerja, kira-kira apa kelebihannya?
Dari beberapa fitur yang sudah disampaikan diatas, berikut beberapa kelebihannya :
Dengan adanya elektrik motor :
- meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar
- mengurangi emisi gas buang
- mengurangi emisi suara
Nah kalo "regenerative braking" ?
- kalo fitur ini akan menghemat pemakaian kampas rem.
Fitur yang lain, penyokong
suplai batere yang di hasilkan bersamaan ketika mesin diesel bekerja,
kalo ini kan jadi gak perlu "nyolokin" ke sumber listrik, lha wong sudah
bisa "ngecas" batere secara internal kan?
Fitur "Auto start" ketika
berhenti tadi itu dan Start awal, dilakukan oleh elektrik motor, nah di
sini didapatkan daya tahan / usia pakai meningkat, biaya opersional yang
lebih rendah dan tentu saja menghemat sistem starter mesin diesel.
Dan, dari hasil riset yang sudah
dilakukan oleh Eaton sebagai penyedia sistem hybrid ini, di China.
Riset atau study ini dilakukan terhadap 30 unit bus hybrid mulai tahun
2008, dan hasilnya adalah :
- secara akumulasi sudah menempuh jarak 1,3+ juta kilometer
- 28% lebih hemat pemakaian bahan bakar dibanding bus dengan mesin diesel dan transmisi otomatis
- 40 % lebih irit dibanding bus LPG



Tidak ada komentar:
Posting Komentar